Beranda | Artikel
Mengawal Perkembangan Intelektual Anak
Jumat, 18 Agustus 2023

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary

Mengawal Perkembangan Intelektual Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 28 Muharram 1445 H / 15 Agustus 2023 M.

Kajian Tentang Mengawal Perkembangan Intelektual Anak

Salah satu yang harus kita perhatikan pada anak adalah perkembangan intelektualnya (kemampuan dan kekuatan akal dan pikirannya). Itu harus dicermati oleh orang tua. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada manusia tiga kekuatan utama; kekuatan fisik, akal dan hati.

Pada kekuatan akal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah perintahkan kita untuk menjaga amanah akal. Maka Allah perintahkan kita untuk berpikir, membaca, tadabbur, dan Allah larang kita dari hal-hal yang bisa memudharatkan akal seperti minuman keras, narkotika, dan juga hal-hal yang bisa mengganggu kerja otak seperti pornografi. Nabi juga melarang marah, karena orang yang suka marah itu mengganggu kerja otak dan kejernihan pikirannya.

Manusia mungkin kalah secara kekuatan fisik dari makhluk-makhluk lainnya. Namun, mereka memiliki kelebihan, yaitu mereka diberi akal sehingga mampu berpikir. Oleh karena itu, kita wajib menjaga dan mengawal itu. Maka, orang itu tidak boleh dengan sengaja merusak akalnya. Termasuk salah satu di antara lima perkara asasi yang harus dijaga, yaitu menjaga akal.

Demikian pula anak-anak kita. Coba jagalah perkembangan dan kekuatan akal mereka. Dalam hal ini kita mengawal perkembangan intelektualnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menganugerahkan kepada mereka kekuatan tersebut. Hanya saja, tergantung orang tua. Apakah orang tua menjaga amanah tersebut atau menyia-nyiakannya, atau bahkan merusaknya. Banyak kita lihat orang tua yang merusak akal anaknya dengan memberikan tontonan atau hal-hal yang bisa merusaknya.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا…

“Hendaklah orang-orang itu takut meninggalkan generasi-generasi yang lemah…” (QS. An-Nisa`[4]: 9)

Mungkin secara fisik dia tidak lemah, tapi mungkin secara intelektual (akal) dia lemah. Maka jangan kerdilkan akal anak itu dengan hal-hal yang bisa mengganggu. Salah satunya adalah dengan tontonan-tontonan yang merusak, biasanya masuk dari situ.

Oleh karena itu, orang tua harus mengeksplorasi kemampuan intelektual anak. Coba perhatikan anak-anak kita. Sebenarnya mereka punya kekuatan itu, tapi dimentahkan, dipendam oleh orang tua atau pendidik-pendidiknya, sehingga tidak berkembang. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menitipkan kepada setiap insan potensi yang besar. Karena Allah telah memilih manusia sebagai khalifah di atas muka bumi, yang sempat dipertanyakan oleh malaikat: “Kenapa Engkau Ya Allah, menjadikan Adam dan anak keturunannya sebagai khalifah di muka bumi?” Dan salah satu yang Allah berikan kepada Adam adalah kemampuan berpikir.  Malaikat tidak punya kemampuan itu, sedangkan manusia memilikinya.  Maka jaga dan rawatlah kemampuan yang luar biasa itu.

Maka salah satu tugas orang tua adalah mengawal perkembangan intelektual anak, terutama remaja, karena akan dan intelektual merupakan pintu bagi masa depan.

Kita tidak tahu seberapa besar kemampuan otak manusia. Itu adalah suatu kekuatan yang masih misteri. Kalau kita lihat perkembangan-perkembangan, kemajuan-kemajuan yang dihasilkan oleh otak manusia membuat kita tercengang. Mungkin seandainya kita hidup 100 tahun kemudian, kita tidak bisa membayangkan bagaimana wajah dunia saat itu yang dihasilkan oleh kekuatan akal manusia dan kemampuan otak mereka. Maka ini merupakan pintu masa depan bagi anak tersebut.

Pada usia remaja, perkembangan intelektual itu juga akan meningkat secara pesat. Ini adalah persimpangan jalan bagi pertumbuhan akal manusia, yaitu pada masa remaja. Ini ditandai dengan semakin matangnya kemampuan berpikir dan berkembangnya kecerdasannya secara umum, nampak perbedaannya. Kenapa? Karena dia bukan bukan bocah kecil lagi. Diiringi dengan berkembangnya kemampuan berkonsentrasi, yaitu dia bisa fokus.

Maka anak-anak remaja yang susah fokus, itu perlu di terapi. Karena tidak lazimnya seperti itu. Harusnya, ketika seseorang itu menginjak usia remaja, maka kemampuan berkonsentrasinya juga akan naik. Dia bisa fokus, baik itu secara kualitas maupun kuantitas. Maksudnya adalah kemampuan konsentrasinya baik. Kemudian dia juga bisa melakukannya dalam waktu yang lama. Jadi, kita bisa lihat perkembangan akalnya dari situ.

Kemudian bertambah pula kebebasannya dalam berpikir secara lebih detail dan matang. Yaitu dia mulai mengamati sesuatu dengan lebih detail, kedetailannya dalam mengamati sesuatu itu bertambah, tidak seperti kanak-kanak lagi.

Dan akan meningkat pula potensi untuk mengerjakan tugas-tugas intelektual yang berat, yang memerlukan kekuatan akal. Dia mampu untuk memecahkannya.

Apa peran orang tua yang dibutuhkan untuk mengawal perkembangan intelektual remaja ini? Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian



Artikel asli: https://www.radiorodja.com/53167-mengawal-perkembangan-intelektual-anak/